8 Hari Menuju Natuna, Indonesia di Perbatasan

 

Delapan hari lagi, iya delapan hari lagi saya akan meninggalkan kota perantauan tercinta saya, Bogor untuk kemudian melanglang menuju pulau nan jauh diujung utara Indonesia, Natuna. Kepulauan indah di area sengekta Laut cina Selatan ini merupakan pagar terluar di sebelah utara yang memisahkan Indonesia dengan negara lain.

10301291_10203549807336160_8816580832127481939_n

Saya sudah memimpikan ini sejak lama, lebih dari setahun yang lalu. Saya sangat penasaran apakah benar kondisi perbatasan mengenaskan seperti yang diceritakan sutradara Dedi Mizwar ketika bedah film “Tanah Surga, Katanya” di IPB beberapa waktu lalu. Meskipun acara bedah film itu sarat dengan kontroversi karena mendekati pencalonannya sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, muatan film itu sendiri memang patut diberi perhatian.

Dalam film itu diceritakan bagaimana kehidupan sebuah keluarga yang dipisahkan oleh perbatasan, Kalimantan. Sang ayah dan putri bungsu tinggal di Malaysia demi lehidupan yang lebih sejahtera. Sedangkan sang kakek dan cucu sulungnya setia menghuni pulau terpencil di ujung Kalimantan. Satu-satunya alasan tetap tinggal adalah rasa bangga dan cinta akan tanah air Indonesia.

134500145298447_496x330

Setelah menonton film itu, saya berpikir lama, memikirkan banyak hal tentang Indonesia, terutama tentang kehidupan perbatasan. Bagaimana kehidupan mereka? Apakah mereka menikmati listrik? Apakah mereka punya kendaraan transportasi? Apakah mereka menikamti televisi? Apa saja yang mereka lakukan di perbatasan?

Saya selalu berdoa untuk hal ini. Saya sangat ingin ikut merasakan suasana hidup di perbatasan yang jauh dari beragam fasilitas mewah. Puji Tuhan, Kuliah Kerja Profesi IPB (KKP) menempatkan saya di Pulau Kerdau, Kecamatan Subi, Natuna, terhitung sejak tanggal 21 Juni – 20 Agustus 2014. Ada rasa haru, waswas, senang, dan khawatir. Senang karena impian saya menjadi nyata. Khawatir apakah saya mampu bertahan dan beradaptasi disana.

Kerinduan terbesar saya bukanlah menikmati keindahan pulau dan pesisir Natuna, lebih dari itu, saya memimpikan banyak hal besar untuk Indonesia. Oleh karena itu, saya ingin lebih banyak memahami Indonesia dengan segala keberagamannya yang unik. Kehidupan perbatasan akan mengajari saya banyak hal. Tunggulah Natuna, 8 hari lagi kita akan berjumpa!

 

Oleh

Luki Setyawan

Disinilah kapal-kapal Singgah (Foto oleh Ibu Ninuk)

Disinilah kapal-kapal Singgah (Foto oleh Ibu Ninuk)

Suasana Pagi di pantai Subi, (Foto oleh Ibu Ninuk)

Suasana Pagi di pantai Subi, (Foto oleh Ibu Ninuk)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s